Saturday, December 27, 2008

terpisah

tadi jalan-jalan ke jusco.. ada temporary counter jualan makanan dan obat herbal.. si penjaja ber wo hsieh wong sai... ato.. pokoknya gitu lah.... ga tau napa, tiba-tiba rasaku jadi suedih phuoll...

orang-orang ini bersliweran di sekitarku.. hanya kebetulan warna kulit mereka kebanyakan lebih putih dari kulitku.. juga banyak orang lagi bersliweran dengan kulit mirip kulitku.. dan juga banyak pula yang lebih item dari kulitku.. mereka-mereka ini hanya berbeda warna kulitnya dariku.. dan tentu saja isi kepalanya berbeda dari isi kepalaku (setiap orang beda isi kepala kan?) .. mereka-mereka ini juga hidup berdampingan, bertentanggaan, bahkan mungkin sering bersenggolan bokong ketika sedang antri rebutan barang di supa... ehm... pokoknya mereka satu komunitas lah.. seharusnya..

tapi.. aku melihat sebuah .. atau mungkin lebih dari sebuah.. dinding tuebal dan tuinggi berdiri memisahkan orang-orang ini... sehingga mereka membentuk komunitas yang terpisah-pisah.. yang berbeda beda... bahkan bahasa merekapun berbeda.. sehingga sulitlah bagi mereka-mereka ini untuk bisa guyon ganjen...

honestly speaking.. hampir tidak pernah aku disini melihat orang-orang dengan warna kulit berbeda bisa jalan bareng, guyon bareng, blag blug blag se sahabatan... kalopun ada yang beda warna kulit.. pasti bukan orang sini.. hks.. dan yang lebih menyedihkan lagi.. memang mereka diperlakukan berbeda... sehingga perbedaan komunitas ini menjadi semakin jelas terpampang...

sering aku berpikir.. benarkah perbedaan merupakan sebuah iklan yang harus kita pertontonkan terus menerus.. agar kita selalu ingat dan selalu merasa bahwa kita memang berbeda.. benarkah orang-orang yang berkeyakinan beda memang harus dipisahkan... saya jadi seperti ga bisa membedakan.. apa bedanya kita dengan para pengagum genocide jika kita harus selalu merasa dan memperlakukan orang secara berbeda hanya karena mereka beda sub spesies dengan kita...

dan sering pula aku bertanya.. kepada beliau-beliau yang sering ceramah.. dan sering melantunkan ayat tentang perbedaan untuk saling mengenal... pernahkan beliau-beliau ini menghilangkan perbedaan itu untuk saling mengenal?.. gimana bisa saling mengenal.. wong bahasa saja ga saling mengerti...

hks..

asrama putri
keputri-putrian

0 Comments:

Post a Comment

<< Home