simpang
aku seperti ditelan keraguanberdiri diam di persimpangan
tanpa jejak
tanpa cahaya
dan matakupun tak mampu menembus arah
kanan
kiri
kanan
kiri
seperti berebut mengisi kepala
tapi
aku masih punya hati
yang seperti menganggur tak henti
diam
tak berpilihan
harus kubuka buku-buku pemberianmu
harus kubaca huruf-huruf tulisanmu
harus kudengar bisik lembut suaramu
agar tak salah kakiku berjalan
mendekatimu
dari dua jalanmu ini
skudai
sore sudah sepi


0 Comments:
Post a Comment
<< Home