Monday, July 23, 2007

nothing

dikiri jalan tebing curam enam tujuh meter tinggi, di kanan jurang bersungai tiga empat meter. dan orang itu menunduk membetulkan letak kresek hitam yang isinya.. mungkin sebagian besar tumpah ke pinggir jalan.. berwarna merah berbutir lembut... seperti jagung ditumbuk.. mungkin merupakan bahan makan bagi dia dan keluarganya..

orang itu adalah seorang nenek.. baju kemben kusam dengan jarik lusuh membalut tubuhnya.. rambutnya kelihatan kusut.. satu dua rambut hitam menyeruak diantara rambut-rambut putih.. seperti mahkota putih masai yang menghias kepalanya.. keriput mukanya berlombah menghitung putaran bumi mengelilingi mentari.. semua asesoris fisik sang nenek seperti berteriak dengan koor... TUA...

aku ga tau.. adakah rasa sesal muncul didadanya ketika isi kreseknya bertabur ke jalan.. aku ga tau adakah rasa sedih tumbuh mengiringi butir-butir jagung berlarian di jalan.. aku ga tau.. adakah tetes air mata dihatinya untuk bencana itu... aku ga tau.. bencana besar atau kecilkah peristiwa itu.. bahkan aku ga tau.. apakah peristiwa itu bencana atau bukan..

yang aku tau.. pengeran hanya memberi sesuai wadah yang kita punya... dan aku yakin.. nenek ini mempunyai wadah yang begitu besarnya.. sehingga sampai tuapun masih diberi kesempatan untuk selalu berjuang.. untuk selalu berusaha hidup..

puskom
setelah ngantang.. kemaren

0 Comments:

Post a Comment

<< Home