dunia akhirat
"mas, saya pingin suami yang bisa membimbingku dunia akhirat"... tiba-tiba sms di hpku mengatakan itu...ups!!!!.. jelas aku kaget setengah hidup dengan kata-kata itu.. meski kata-kata itu itu bukan untuk diriku..
aku jadi melamun.. dunia akhirat itu sebenarnya apa tho?.. apakah seperti pelajaran para guru di waktu lampau.. bahwa dunia ini adalah saat ini.. dan akhirat adalah saat nanti.. trus di akhirat ada surga neraka.. neraka adalah tempat pembakaran dan penyiksaan penuh derita.. dan surga adalah tempat dimana kita sangat bahagia.. kekal.. semua keinginan tercapai dengan begitu saja..
jujur.. aku ga mampu membayangkan dan menggambarkan bagaimana dunia akhirat.. bagaimana surga neraka..
aku hanya kepikiran.. kalo di surga itu masih ada keinginan.. kan berarti masih ada nafsu... lha katanya akhirat itu alam roh.. koq nafsu masih bergentayangan... neraka juga begitu.. koq masih ada sakit dan derita.. berarti ada alam fisik dan juga nafsu.. hks
apalagi bila digambarkan oleh para guru bahwa di surga itu keinginan akan tercapai saat itu juga... ehm.. boleh ga ya gambaran itu kurubah menjadi "saat keinginan muncul.. saat itu juga keinginan terpenuhi".. jadi ya terjadi kesetimbangan.. ingin langsung tercapai.. jadi ya seperti ga ada keinginan...
herannya.. lamunanku koq semakin nglantur... jika bener surga merupakan suatu kesetimbangan keinginan dan ketercapaian.. berarti kita bisa menciptakan kondisi itu di bumi ini.. asal kita mampu menata hati dan rasa.. agar selalu bisa menerim tanpa setitik rasa protes atas apa yang menimpa diri kita.. pastilah saat itu kita akan bisa mencapai kesetimbangan keinginan dan ketercapaian.. apalagi kalo kita ga pernah takut dengan apa yang terjadi.. karena memang merasa bahwa itu harus terjadi... hks...
jadi.. semakin kurang ajar saja lamunanku ini.. koq berani-beraninya bilang... bahwa dunia akhirat itu ya saat ini... jika kita masih dikungkung keinginan-keinginan.. ya saat itu kita dibakar dan disiksa oleh api penderitaan.. ya saat itu kita berada di neraka... nah.. jika kita mampu menjaga hati dan rasa untuk menerima apa yang terjadi.. sekali lagi menerima apa yang terjadi tanpa sebersit rasa protes... ya kita sudah di surga.. sudah ga butuh apa-apa lagi....
glodaggg....
aku terbangun... termangu membayangkan suami idaman dari pengirim sms tadi... apakah dia membayangkan dunia akhirat ini seperti yang kubayangkan...
puskom
dunia akhirat


0 Comments:
Post a Comment
<< Home