Friday, July 06, 2007

bebas

hari-hari ini adalah musim pendaftaran murid baru.. dan aku sedang ikut termangu dan terheran dengan apa yang terjadi didepanku ini...

dengan kapasitas sekitar dua ribuan murid baru yang bisa ditampun sma-sma negeri di kota ini.. kalau ga salah yang bisa masuk adalah murid yang minimal nilainya berata-rata delapan lebih...

hebat... dan hebat..
itu mungkin komentar pertama yang meluncur dari hatiku tanpa dapat kutahan...

langsung saja anganku melayang menembus lamunan.. teringat jamanku masih ikut berlomba memperebutkan tempat di sma negeri.. dijaman-jaman itu.. jangankan delapan koma.. delapan kurang saja bisa dihitung dengan kalkulator... rasanya mencapai nilai delapan seperti mau naik ke nirwana.. butuh semedi diam memaku memelototi buku-buku berhari-hari.. itupun tidak akan sukses jika tidak didukung oleh bakat alam yang menggosok isi kepala secara otomatis... sehingga.. setiap kali lulusan.. orang dengan nilai delapan koma mungkin tidak lebih dari hitungan jari kaki tangan beberapa manusia..

dan saat ini... angka delapan koma seperti rombongan mau nonton bola arema di stadion gajayana.. harus antri untuk disebutkan...

jujur saja.. hatiku jadi miris (miris dalam bahasa indonesia apa ya??).. benarkah orang jenius berotak encer di indonesia sudah ombyokan.. sudah seperti sego jangan yang setiap meter bisa dijumpai... apalagi.. semakin banyak sekolah membuat kelas internasional.. kelas akselerasi atau kelas apalah namanya yang tentu isinya murid-murid yang cukup diperliatkan satu akan tau seribu...

hks.. kalo dalam satu kota saja jumlah delapan koma sudah ratusan.. jumlah kelas-kelas balapan puluhan... benarkah jumlah anak puinter di negaraku ini menjadi berlebih??.. ato.. lagi-lagi semua hanyalah kamuflase dari orang-orang yang ingin disebut berhasil??

hks... only you who knows..

non puskom
non pinter

0 Comments:

Post a Comment

<< Home