jodoh
katanya kitab, rejeki, jodoh dan mati hanya dirimulah yang tau. bahkan.. kata orang jakarta tiga hal tersebut ditambah satu lagi.. beloknya bajaj... hehehe...dan saat ini, topik yang paling menarik bagi manusia seperti aku adalah masalah jodoh, meski mati dan rejeki juga sangat menarik hehehesampai detik ini, aku belum mengerti apakah yang dimaksud jodoh itu.. apakah kalo sudah menikah disebut jodoh? bagaimana jika menikah sebentar terus cerai.. apakah masih disebut jodoh?.. bagaimana jika menikah.. cerai.. trus menikah dengan orang lain lagi.. manakah yang disebut jodoh? yang pertama atau kedua?.. mungkinkah seorang memiliki lebih dari dua jodoh?.. bagaimana dengan kumpul kebo? bisakah mereka disebut jodoh? ato.. mereka gak punya jodoh? ato.. yang lebih agak kurang ajar.. apakah orang kumpul kebo berada diluar genggamanmu?... tentu tidak bukan?.. jika mereka diluar genggamanmu... engkau tentu sudah bukan dirimu lagi.
kata orang-orang yang telah berpengalaman.. dengan merujuk pada kitab-kitab yang dianggap suci... jodoh adalah orang yang sekufu, setingkat, semaqam, sejajar.. ato apalah kata-kata yang cocok artinya... namun... sering kita jumpai orang cakep dapat pasangan jelek.. so.. tentu saja wajah bukan ukuran kufu ini... banyak orang kaya berpasangan dengan orang miskin.. lagi materi bukan ukuran kufu.. keluarga hebat berpasangan dengan keluarga keroco... so.. keturunan juga bukan ukuran kufu... penjahat berpasangan dengan dermawan.. so.. tentu juga "moral" masyarakat juga bukan ukuran kufu.. bahkan sering juga dijumpai orang-orang yang kelihatanya sangat beriman berpasangan dengan "pelacur"... lalu.. apakah "tindakan yang kelihatan agamis" juga merupakan ukuran kufu?.... dan akhirnya.. ukuran-ukuran kasat mata manusia bukanlah ukuran kufu dari jodoh.... dan lagi-lagi hanya dirimu yang tahu apa maksud dari kufu ini... ihiks...
dan yang pasti benar hanyalah katamu.. jika itu kau rahasiakan.. sampe pecah kepalakupun.. tak akan mampu secara keseluruhan akan ku mengerti... dan jikapun setingkap tabir kau buka untukku... itupun hanya untukku.. bukan yang lain..
dan aku kembali bertanya
dia didepanku ini
apakah untukku
ato hanya ujian
datangku padamu
dia didepanku ini
apakah untukku
ato hanya ujian
datangku padamu
nowhere
ihiks
ihiks


0 Comments:
Post a Comment
<< Home