Thursday, June 22, 2006

pisang

bila mendengar kata pisang.. belum pernah nafsu makanku tergoda. jika membaui aroma pisang, selalu saja kepalaku langsung agak merasa pusing...
tapi... beberapa malam lalu... untuk kedua kalinya dalam hidupku ini (sepanjang aku bisa mengingat) sebiji pisang masuk ke perutku melalui mulutku.

duduk bertamu ke seorang ajengan, aku mendengar tuan rumah berkata pada cantriknya.. "Fur.. golekno gedang.. sing sik mentah.. sing durung digoreng... terus gorengen!" (Fur.. carikan pisang yang masih mentah.. yang belum digoreng.. kemudian goreng pisang tsb).. dan tentu saja selang agak lama kemudian sepiring pisang goreng nongkrong dengan tenang ditengah meja.. mendampingi segelas teh dan secangkir kopi tepat didepanku.

"Ayo le... dimaem pisange"... ihiks.. kata-kata yang malam itu begitu menakutkan bener-bener terucap dari sang ajengan. dan tangankupun terulur pelan, mengapai sebiji pisang goreng, me"nyuwil"nya (apa ya bahasa indonesianya "nyuwil"?).. kemudian dengan lambat pula tanganku bergerak memasukkan sepotong demi sepotong cuwilan pisang goreng ke mulut... setiap potong selalu diikuti seteguk teh atau kopi, sebagai sarana pendorong pisang masuk ke tenggorokan...

ihiks....

melangkah pulang.. langsung saja lamunanku meninggalkan gerak jalan kakiku... pisang.. yang selama ini selalu aku hindari... malam itu ternyata bisa masuk juga ke mulutku sebagai perwujudan hormatku kepada sang tuan rumah... seperti juga sembilan tahun lalu dua biji pisang emas masuk keperutku dengan dibantu air putih.. juga sebagai wujud sayang dan hormatku kepada alm bapak yang bersusah payah berkeliling mengadakan pisang itu untukku.

ihiks..

ternyata.. menghormati dan menghargai usaha orang lain ke kita.. jauh lebih membahagiakan daripada keukeuh tidak makan pisang.... ternyata mengapresiasi orang lain lebih membahagiakan daripada mengisolasi diri sendiri...
jadi teringat kata-kata kang jalal... "dahulukan akhlak daripada fiqih".. ups apa hubunganya...

nowhere
feeling happy more than everything else

0 Comments:

Post a Comment

<< Home