Friday, June 30, 2006

ibuk

beberapa minggu lalu, aku menelpon ibuk, setelah beberapa hari selalu dicari-cari melalui kakakku (ehm.. ibuk tidak tahu nome hpku... hihihi) karena sekian lama aku tidak pernah menhubungi ibukku, setelah salam.. kata pertama yang meluncur dari seberang sana adalah "wis lali tho karo ibuk?" (sudah lupa kah dengan ibuk?).. ups... seperti batu besar jatuh dikepalaku.. memporak-porandakan isi kepalaku.. jika memang kepalaku ada isinya...

belum pernah dalam hidupku sampai ada pertanyaan yang begitu menusuk dari ibukku.. selama ini aku berusaha aktif untuk selalu dekat dan dekat dengan ibukku... terutama setelah almarhum bapak pergi.. sepertinya akulah yang harus bisa sedikit menggantikan beliau menjadi sandaran bagi ibuk

dan aku.. hanya karena sedikit masalah saja.. telah hampir begitu saja mengabaikan keberadaan seorang ibuk.. yang sangat tahu akan keinginan setiap sel tubuhku.. yang tahu warna merah darahku... yang merupakan jembatanku menujumu..

ihiks... memang pantas.. jika saat ini diriku menjadi kacau balau.. meski setiap saat selalu kuhampirkan jiwaku padamu...

terima kasih aku ucapkan lagi
sebagai ungkapan syukurku
atas hukumanmu pada rasaku
melalui kata-kata ibukku
nowhere
kangen ibuk

0 Comments:

Post a Comment

<< Home