Wednesday, January 04, 2006

semedi

semedi... jika terucap kata ini selalu saja angan berlari ke gua-gua sepi terpencil.. atau tempat wingit dibawah pohon besar.. atau kamar tertutup sepi.. atau jika ingin agak hebat.. melayang ke tempat-tempat yang dianggap suci yang untuk masuknya kita harus copot sendal dan bersuci dulu.. bahkan mungkin kita harus jalan "ngesot" sebagai penghormatan atas tempat yang dianggap suci ini..

semedi... menahan diri... kalau kita semedi ditempat sepi atau kamar tertutup... tentu saja kita gak akan makan minum.. karena memang gak ada makanan dan minuman... tentu saja kita gak akan bernafsu untuk main sex.. karena memang gak ada cewe seksi berbaju terbuka (kecuali ada jin cewe iseng membawa makanan dan telanjang didepan kita yang sedang semedi)... tentu saja kita gak ingin beli ini itu.. karena memang gak ada yang jualan... dan mungkin gak ada yang bawa uang... dan beberapa hal lain yang pasti tidak kita lakukan karena memang gak ada trigger yang membuat kita melakukannya.... hanya satu mungkin yang sangat menggoda jika kita sedang semedi seperti itu... yaitu meninggalkan tempat semedi yang sepi itu.... hahahaha...

namun.. beberapa hari sekitar tahun baru ini.. aku terpaksa menggunakan kata semedi untuk melukiskan apa yang terjadi didiriku ini... sering berjalan-jalan dikeramaian pusat pertokoan elektronik dan komputer.. melihat-lihat pusat makanan... dan harus menahan diri agar tidak membeli.. selain karena apato yang sempit.. tentu saja karena harus menghitung ulang berapa uang harus dikeluarkan untuk memindah-mindahkan barang-barang tersebut dari toko ke apato ataupun ke dalam perutku....

hihihi... jika mau melamun sedikit (maaf kugunakan kata melamun instead of merenung atau bepikir... ).. beban manusia semakin kesini.. rasanya semakin berat... ketika semua sisi kehidupan seperti pusat pertokoan menawarkan gemerlapnya "kesenangan" dan "kenikmatan"... sementara sebagian besar orang tidak memiliki kemampuan menggapai semua tawaran itu... akhirnya.. tentu mengambil milik orang lain untuk membayar tawaran-tawaran tersebut.. tentu saja menganggap semua menjadi milik sendiri... sehingga kita bisa menikmati tawaran-tawaran itu...

bagi diriku ini.. yang saat ini tidak memiliki kesempatan untuk mengambil milik orang.. yang belum memiliki kesempatan untuk menganggap milik orang adalah milikku... tentu lebih mudah bertahan untuk semedi dan tidak mengambilnya... namun.. bagi beliau-beliau yang selalu bergelimang kesempatan untuk mengambil barang orang lain... tentu akan merasa sangat berat sekali melakukan semedi.... dan sangat manusiawi (indonesia banget) jika akhirnya beliau-beliau ini berebut untuk mengambil barang orang lain... berebut untuk merasakan kesenangan dan kenikmatan itu....

hihihi lagi... mungkin sekarang para jin dan setan klenik harus merubah persyaratan bagi-bagi ilmunya... kalau dulu harus menahan lapar dan nafsu ditempat sepi... sekarang perlu diganti dengan menahan lapar direstoran atau pujasera.. menahan nafsu di kamar hotel bersama cewe seksi... atau jika ilmunya mau lebih hebat lagi... harus bisa menahan "keinginan" mengambil barang orang ketika kita bergelimang kesempatan untuk itu...

hehehe... wong dolan-dolan ke toko komputer koq jadi mikirin semedi...

sudah dekatkah aku padamu?
atau semakin jauh?
hanya diriku yang tahu
atas petunjukmu
saito-mo
dingin membakar keinginan

0 Comments:

Post a Comment

<< Home