Wednesday, December 21, 2005

surga dan ibuk

surga dibawah telapak kaki ibu... saya gak tahu itu ujar-ujar, kata-kata mutiara... atau bahkan mungkin berita dari kitab suci.. yang jelas.. saat ini aku sedang melamun membayangkan kata-kata tersebut...

kalaulah benar kalimat itu tercetus dimasa lampau sekali... saat itu begitu dominan peran seorang ibu dalam mendidik, membentuk dan membesarkan anak... sang bapak hanya leha-leha mencari nafkah diluar... cuek.. atau sedikitlah melirik betapa sang ibu pontang panting menata rumah tangga agar nyaman ditinggali...

aku harus mengakui bahwa seorang ibu telah membentuk karakter.. membentuk perilaku dan sikap.. membentuk nilai-nilai moral yang diyakini... dari si anak. Dari kecil.. ketika si anak suka sekali meniru-niru tingkah laku dan perbuatan disekitarnya.. si ibu terus menjaga dan menyaringnya... ketika usia beranjak menuju sekolah.. si ibu menyiapkan segalanya.. menata rumah.. menyiapkan masakan.. pakaian.. dan lain-lainnya sehingga rumah terasa sebagai tempat paling nyaman di dunia bagi seorang anak.. tentu saja selesai sekolah si anak akan bergegas pulang ke rumah.. karena surga dunia menanti... tentu saja si anak tidak sempat keluyuran dulu melampiaskan lelah dan capeknya bersekolah.. tentu saja si anak tidak sempat berkongkow dulu sepulang sekolah.. tentu saja si anak tidak sempat ngumpul-ngumpul gak jelas dulu... tentu saja si anak gak sempat berantem dengan teman-teman sekolah lainnya.. tentu saja si anak tidak sempat mencoba obat-obatan sepulang sekolah... dan tentu saja tentu saja yang lain yang akan muncul jika si anak tidak tertarik segera pulang kerumah setelah usai bel sekolah...

Ketika dewasa... masa kecil dan remaja ini tentu sangat berbekas terhadap tingkah laku si anak... kebahagiaan, kenyamanan dan ketenteraman yang diciptakan si ibu ketika kecil dan masa sekolah.. pastilah akan membentuk jiwa dewasa yang lebih baik... bisalah diharapkan tidak ada ketidakjujuran ketika anak dewasa ini bekerja nantinya.. bisalah diharapkan tidak ada penyelewengan ketika si anak menjadi dewasa.. bisalah diharapkan perbuatan-perbuatan busuk tereduksi sampai jumlah minimal jika anak bahagia ini dewasa nantinya... dan tentu saja bisalah diharapkan sebuah masa depan masyarakat yang baik jika masyarakatnya diisi oleh orang-orang yang bermasa kecil bahagia... sehingga wajarlah baik buruknya masyarakat diawali dari didikan ibu ke anak-anaknya... sehingga wajarlah jika "surga ada ditelapak kaki ibu"... karena ibulah yang menciptakan masyarakat dunia seperti surga...

hmm... itu dulu... ketika ibu begitu dominan menjadi ratu yang tahu setiap sudut rumah tangganya... itu dulu ketika ibu tahu dimana kaos kaki si anak bersembunyi ditumpukan pakaian yang lain.. itu dulu.. ketika ibu bisa berkonsentrasi penuh dengan suasana rumah tangganya...

hks... sekarang... mungkin jarang sekali ada ibu yang seperti itu... himpitan kehidupan dan keinginan membuat banyak ibu pergi keluar... meninggalkan begitu saja ke"ratu"annya di rumah tangga... banyak pembantu rumah tangga dan baby sitter siap mengganti tugas ibu mengawasi anak-anak kecil.. banyak pembantu dan baby sitter siap mengurangi kenyamanan anak kecil yang ingin disamping ibunya... banyak pembantu dan baby sitter siap membuat anak sekolah malas langsung pulang kerumah setelah pelajaran usai..... dan banyak lagi yang lain....

kualitas... bukan kuantitas.... jargon seperti inilah yang akan sering muncul dimanapun kita berada... merasa bisa mengukur kualitas dan intensitas kenyamanan seorang anak yang butuh ketemu ibunya.. merasa bisa mengukur kualitas kasih sayang yang dirasakan seorang anak dari ibunya... merasa bisa mengukur kualitas nilai-nilai yang dimasukkan ke anak dari ibunya.... sehingga menghilangkan teori.. kuantitas berbanding lurus dengan kualitas...

dan.. wajarlah jika setelah pulang sekolah anak-anak bermain tidak mau pulang.. berantem.. main obat.... ndugem.... dan wajarlah jika mereka nantinya akan menjadi orang-orang dewasa yang ruwet-ruwet tanpa ujung pangkal.. dan wajarlah jika kehidupan kita terpuruk tak tentu dasarnya dimana...

sekarang... masihkah surga dibawah telapak kaki ibu?.. ataukah perlu dirubah... surga dibawah telapak kaki pembantu.. surga dibawah telapak kaki baby sitter..

selamat berhari ibu...
aku jadi ingat ibuk..

saito-mo
nglamun yang ideal-ideal

2 Comments:

At 6:23 PM, Blogger @lto said...

thanksgiving day to Ibuk ^_^!!!

 
At 9:06 PM, Blogger Rina said...

ihiks.....thanks...
there is nothing perfect in this world. Just trying to do my best...

 

Post a Comment

<< Home