terompet
kompas pagi ini bercerita tentang pesanan yang membanjir kepada penjual terompet dalam rangka tahun baru....terompet...
aku jadi ingat temen SDku yang lebaran kemaren secara tak sengaja bertemu..
ya... lebaran pertama sore itu aku berdiri menunggu bis lewat... dari jauh terlihat seorang penjual mainan anak mengayuh sepedanya dengan tertatih melawan arah angin... pelan.. tapi pasti... sampai depanku.. tiba-tiba dia memanggilku dengan setengah berteriak "***... eh.. kowe to? (bla-bla.. eh.. kamu tho?)".. sambil menghentikan sepedanya... dengan setengah kaget juga diriku ini... menjawab sok yakin dan tak tentu.."eh... yok opo kabare" (gimana kabarnya)"... dan tentu saja jabat tangan tanpa pura-pura menunjukkan expressi kekaguman dan kegembiraan kami... dia kagum padaku entah karena apa... aku kagum padanya karena keberanianya tanpa pura-pura dan canggung untuk mengayuh sepedanya menghadapi kerasnya kehidupan...
jujur... aku lupa siapa namanya.. bahkan aku lupa.. ini teman SD atau SMP... namun... tentu saja tidak etis jika aku bertanya siapa namanya.. bahkan juga tidak etis jika aku menunjukkan air muka lupa siapa dia... ehmm... namun aku harus bersyukur diberi sedikit kemampuan berpura-pura dan menggali siapa dia sebenarnya....
dan... upssss.... ternyata dia adalah teman SDku yang dulunya berbadan jauh lebih besar dan kekar dari diriku yang kecil seperti tanpa daya... dia juara panco kelasku yang selalu kami tepuk tangani sebagai pemberi semangat... dan sekarang... kehidupan telah memakan daging yang menempel ditulangnya..
namun... jangan berharap keluhan terdengar dari mulut bersihnya... selama ngobrol dan bercerita... yang keluar adalah semangat hidup... semangat kerja... kejelian jiwa melihat peluang..
aku ingat expressi binar wajahnya ketika dia bercerita bagaimana dia mampu membuat mainan anak-anak dari kayu dan kertas... untuk kemudian dia jual....
aku ingat bagaimana cerah matanya ketika dia bercerita bagaimana dia harus mengembara jauh ke kota besar lain setiap dekat tahun baru untuk menjual terompet hasil karya dia, istri dan empat anaknya..
dan aku lebih ingat lagi bagaimana bangga suaranya... bagaimana mencorongnya seluruh bagian tubuhnya.. ketika dia bercerita bagaimana anaknya begitu berprestasi disekolah mereka....
ahhh... dan aku selalu merinding meneteskan air mata ketika melihat setiap sel tubuhnya bercerita bagaimana dia bertanggung jawab menjaga dan menghidupi keluarga yang dia bangun..
hks... dan hatiku harus selalu merintih jika teringat bagaimana dia menuliskan berjilid-jilid buku pelajaran tentang betapa lemahnya diriku ini... betapa tidak tahu dirinya diriku ini....
hks... tak mampu lagi kuungkapkan apa yang ada dalam jiwaku.....
hks... kawan... terima kasih.. telah kau bekali diriku dengan tulisan-tulisan yang selama ini buram terbaca olehku.... selamat menyambut tahun baru... selamat berbahagia....
tahun baru
terompet
teriakan histeris
genderang musik tetabuhan
semua
ya.. semua
semua hanyalah titik-titik jejakmu
bertebaran
mendukung kebesaranmu
memujimu
dan semoga
diriku satu diantara pemujimu
terompet
teriakan histeris
genderang musik tetabuhan
semua
ya.. semua
semua hanyalah titik-titik jejakmu
bertebaran
mendukung kebesaranmu
memujimu
dan semoga
diriku satu diantara pemujimu
saito-mo
pagi penuh air mata hati
pagi penuh air mata hati


0 Comments:
Post a Comment
<< Home