Friday, January 19, 2007

hati

mengendalikan hati agar tidak macem-macem memang sangat susah.. dan meski sudah kuwanti-wanti hatiku agar tidak macem-macem.. namun selalu saja aku harus mengalaminya .. untuk kesekian kalinya..

beberapa hari lalu, disebuah kantor.. aku sedang duduk berdua dengan temanku didepan tangga turun.. menunggu...

sesaat kemudian.. klotak-klotak.. kudengar suara orang menaiki tangga.. pelan dan pelan kulihat kemunculan seseorang.. dimulai dari wajah turun kebadan.. dan seluruh tubuhnya. Secara tak sadar dikepalaku muncul bayangan orang yang agak lusuh, berwajah buram, muram... dan senang mendatangi orang-orang lewat maupun diam.. untuk meminta-minta uang sebagai belas kasihan atas penampakan fisik mereka..

dan tentu saja hatiku langsung merespon dengan prasangka bahwa orang ini akan mendatangi diriku berdua.. menyodorkan tangannya.. sambil menggumam minta uang sekadarnya...

dan tentu saja respon hatiku ini kemungkinan besar akan terpancar di mataku.. ato bahkan mungkin terpancar diwajahku..

dan... orang itu lewat begitu saja di depanku tanpa melirik diriku yang sudah berprasangka ini..

hks...
sekali lagi
betapa susahnya untuk menghilangkan pola-pola berpikir negatif tentang orang yang dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan yang terlihat
betapa susahnya menghilangkan penilaian-penilaian terhadap orang lain disaat pertama kali melihat...
hks...

semoga aku kau beri kesempatan bertemu lagi dengan dia.. agar ada waktuku meminta maaf karena telah berprasangka buruk padanya..

puskom
hujan sore - hati tetep kering

0 Comments:

Post a Comment

<< Home