antri
mencoba bandara juanda yang baru tentu saja terbersit rasa bangga dan senang melihat megah dan mulusnya fisik bangunan bandara itu.. kakikupun melangkah ringan masuk ke ruang check in... dan agak hati-hati pula.. takut terpeleset..namun... hks...
di dalam ruangan.. mataku seperti sudah tidak melihat hebatnya interior dan koridor yang ada.. namun malah tersangkut di kerumunan orang didepan counter check in... yang menggerumbul berebut minta check in lebih dulu...
dalam benakku.. orang naek pesawat tentunya punya kelas lebih tinggi dibanding penumpang kereta.. dibanding penumpang bus.. apalagi dibanding penumpang angkot... jika penumpang angkot, bus, dan kereta saling berebut menuju pintu masuk kendaraan.. aku berharap penumpang pesawat mau berjajar rapi dengan tenang menuju loket maupun nantinya ketika masuk pesawat...
tapi ternyata harapanku terlalu muluk-muluk...
para penumpang yang terhormat tetap saja bergerumbul saling beradu otot ingin dilayani lebih dahulu.. dan nantipun ketika masuk pesawat juga saling berebut ingin masuk lebih dulu.. ketika didalam sibuk bertelepon dan bersms.. seperti tidak ada waktu lagi nanti.. dan kemudian.. ketika mau keluar pesawat.. langsung berebut menurunkan barang dan berlari ke pintu.. seperti diluar orang sekampung sudah menunggu...
hks... mungkin rakyat bangsaku ini.. termasuk didalamnya diriku.. adalah orang-orang yang super sibuk.. orang-orang yang sudah tidak punya waktu lagi.. sehingga semuanya harus saling berebut..
hks lagi... bangsaku ini.. yang katanya bangsa penuh toleransi.. namun.. untuk toleransi yang paling dasar saja dan tidak mengorbankan apa-apa... antri.. tidak mau... apalagi toleransi lain yang lebih berat dan mungkin mengorbankan sesuatu...
puskom
siang panas menangis


0 Comments:
Post a Comment
<< Home