pelayan... sebuah catatan harian..
ehm... balik dari kampung, merasakan kondisi kampung halaman... jadi teringat sedikit pengalaman hidup yang pernah kulalui dan kebetulan pernah tersimpan dalam file komputerku... semoga tulisan ini masih menyisakan bekas di hatiku.. sekarang dan nanti...Beberapa hari yang lalu, dalam gelapnya larut malam
aku berjalan =sendiri= menyusuri jalan kampung dari
lab menuju apatoku (apato = apartment), sekitar 1
menit dari gerbang timur kampusku. tepat di depan
pagar apato, aku terhenyak dan termangu... disisi lain
dari jalan kecil ini ==dimana terhampar satu hektar
sawah berair yang sedang menunggu musim tanam padi==
dalam gelap malam itu, terlihat berenang beriring dua
ekor burung sawah seperti bebek, menari menguasai
sepetak sawah diiringi live concert musik katak yang
selalu mengusir sepinya malam di apatoku.. betapa
bebasnya kedua burung ini berenang, berjalan,
menggoyangkan ekor, berkecipak berkeliling seperti
penari ice skating yang sedang dinilai juri... tanpa
rasa takut dan ngeri meskipun seorang **** berdiri
mematung mengawasi dengan mata tajam..
pikiran ini jadi melamun.. melayang... jauhhhhh...
teringatlah aku pada perdebatan para malaikat ketika
makhluk manusia ini siap diciptakan.... ketika tuhan
bertitah akan menciptakan satu jenis makhluk sebagai
khalifah untuk alam semesta ini, untuk ikut
memancarkan cahaya kebesaran illahi rabi. dan ketika
kemudian para manusia begitu pongahnya menepuk dada
sambil berteriak: akulah khalifah alam ini, akulah
yang mendapat titah dari tuhan untuk mengatur alam
ini....
kucoba mencari padanan kata yang tepat dalam bahasaku,
apasih arti khalifah itu....dan dua ekor burung ini
memberiku petunjuk bahwa khalifah adalah abdi, adalah
pelayan, yang bisa membuat kedua burung ini bisa
memadu kasih tanpa takut aku mengganggunya. khalifah
adalah pelayan yang sanggup menjaga agar katak tetap
bisa bernyanyi mengisi malam sepi, khalifah adalah
abdi yang bisa mengawasi agar air bening disawah ini
bisa digunakan untuk berkaca.... khalifah adalah
pelayan yang melayani semua komponen alam ini agar
bisa berputar dalam keseimbanganya.....
dan kubanding-bandingkan diriku ini... sudahkah titah
kekhalifahan ini kulaksanakan dengan baik, sudahkah
aku melayani alam ini dengan baik, sudah kah aku
melayani air ini, udara ini, bumi ini dengan baik,
sudahkah aku melayani teman-temanku dengan baik...
ah.. betapa mengerikan diriku ini.. bahkan titah dasar
penciptakupun hanya sedikit yang kupenuhi... betapa
mengerikan..
betapa teriris hati ini... namun... tiba-tiba terbuyar
lamunanku ketika temen semarangku lewat dan
menegurku.. "sudahlah, sawah itu bukan tempat yang
tepat untuk membunuh diri....."
ehm... memang benar... hampir aku membunuh diri...
mencelupkan muka ke lumpur dibalik bening air sawah
ini.. agar benar terlukis.. semua coreng moreng diriku
ini...
kawan semua, mohon maaf jika dalam dua tahun pergaulan
kita... ditambah hampir dua tahun kita berinteraksi
dari jauh... aku =****= telah tidak melayani anda
semua dengan baik, semoga... jika tuhan mengijinkan
kita bertemu kelak.. ada nuansa khalifah pelayan yang
muncul dalam sikapku
saito-mo
malam dingin sekali


0 Comments:
Post a Comment
<< Home