orang orang tercinta
melihat kabar pagi tvone.. mewawancarai seorang pemudik motor dengan satu istri dan satu anak kecil 3.5 tahun.. dengan kardus kecil dikempit sang suami dan kardus besar serta tas pakaian ditali dibelakang istrinya.. sang anak sembunyi diantara bapak dan ibuk..menjawab pertanyaan sang reporter.. ternyata isi kardus-kardus itu adalah sirup, astor, dan lain-lain bonus lebaran dari tempat kerja suami yang akan dibagikan pada keluarga di kampung halaman. tak peduli harus 9 jam berkendara motor, berdesakan bertiga dalam sadel, menahan panas udara yang dibakar asap knalpot, semua itu hanyalah api yang menghangatkan motivasi untuk bertemu dengan orang tua di kampung dan mempersembahkan oleh-oleh yang sebenarnya dibeli dikampungpun bisa...
tentu saja pemandangan di tv itu menusuk langsung ke rasaku.. betapa cinta telah membangkitkan semangat 45 untuk berjuang pulang.. betapa rasa sayang menjeritkan keinginan berbagi dengan keluarga meski tak seberapa.. betapa rasa hormat orang tua menuntun sang anak untuk datang..
tentu saja aku heran.. lha semangat gotong royong dan kekeluargaan begitu mencuat tinggi di dada bangsaku.. koq ya masih saja orang berantem setiap hari muncul di tv.. koq ya orang membunuh setiap hari mejeng di koran.. koq ya orang berebut harta setiap hari muncul di radio..
tentu saja aku jadi seperti tak peduli ketika kak seto di depan keluarga ini seperti menakuti mereka dengan undang-undang perlindungan anak karena membawa anak mudik naek motor.. tentu saja aku tak peduli lagi dengan kak seto yang seperti ga mau tau kalo keluarga ini naek motor untuk pulang karena terpaksa.. karena ga mampu mengirimkan anaknya pulang kampung naek kereta dan bis kelas bisnis.. apalagi kelas eksekutif dan pesawat yang nyaman.. aku jadi ga peduli apakah kak seto juga akan mengancam dengan uu perlindungan anak kepada para orang tua yang mendesak-desakan anaknya di kereta ekonomi sambil berpanas-panas dan tergencet-gencet.. yang mungkin juga akan bisa mati karena kehabisan napas.. aku lebih ga peduli apakah kak seto sadar bahwa lawan ngobrolnya saat itu bukan maqamnya untuk bicara perlindungan anak yang masih muluk-muluk itu...
dan.. yang aku peduli adalah bapak dan ibu muda itu sedang mengekspresikan cinta yang besar terhadap kebersamaan dan kehidupan ini.. yang aku peduli adalah sang bapak dan ibu muda ini sedang mengajari si kecil bagaimana caranya menghormati orang tuanya nanti.. dan menghormati perjuangan hidup yang sulit ini.. dan bahkan menghormati kehidupan itu sendiri...
hks.. jadi kangen bapak, ibuk, mbak dan masku... serta ponakan-ponakanku..
ups.. aku belum beli apa-apa untuk mereka tercinta ini
master ip
baru pulang di pagi hari


1 Comments:
Setujuh!!! ^_^
Post a Comment
<< Home