Sunday, September 10, 2006

inferior

karena aku komplain dituduh tidak berhati-hati karena bermobil... sepupuku memberi nasehat kepadaku... "mas.. aku lama seperti mereka.. merasa bodoh.. merasa gak punya... jadi hati-hati.. dulu aku juga seperti mereka... dan berpendapat sama seperti mereka"..

jujur... aku jadi rada melamun.. apakah memang psikologi orang kalah harus seperti itu.. berpikir negatif kepada orang lain.. apalagi orang yang lebih dari kita... hks.. ketika ada orang ngobrol dan sedikit memberi komentar.. langsung divonis "mentang-mentang sekolah tinggi, mentang-mentang pinter"... hanya karena bersenggolan.. langsung dituduh "mentang-mentang bermobil".. hks

jujur lagi.. aku jadi teringat ujar-ujar yang dulu selalu dibacakan padaku ketika kecil "le.. kita gak boleh ngrasani.. gak boleh melihat buruk ke orang lain.. belum tentu orang lain bermaksud buruk ke kita"... hks.. lalu.. kepada siapakah ujar-ujar ini harus berlaku.. apakah kemiskinan dan ketidakmampuan adalah perkecualian bagi ujar-ujar tersebut?..

jujur lagi.. aku juga teringat kata-kata sang baginda... "kemiskinan dekat dengan kekufuran".. yang sekarang kuperoleh arti yang sedikit berbeda... dengan miskin.. dengan gak punya.. dengan lebih gak tahu.. membuat orang gampang berpikir buruk ke orang lain... dan tentu saja membuat jiwa gak tenang... dan tentu saja.. agama dan nilai-nilai kebaikan seperti gak berguna sama sekali.. it is kuffar, isn't it??...

so... jadilah kaya.. jadilah tau.. meski berat menuju kesitu.. namun mungkin membuat hati kita jauh lebih tenang.. karena kita lebih tau.. dan lebih tenang menghadapi masa depan..

dirimu memang maha tau
dirimu memang maha kaya
dan wajar jika kuberharap setitik
atas kemahaanmu..

dirimu bukanlah maha gak tau
dirimu bukanlah maha miskin
dan akupun berharap
tidak terpercik ketidakmahaanmu


ngalam
maha...

0 Comments:

Post a Comment

<< Home