Tuesday, July 12, 2005

Istriku sang rajawali

pagi ini aku membaca posting seorang temanku yang baru saja memiliki anak, kepalaku tak sadar menunduk, jiwaku berlutut, sekujur darahku seperti menetes menjadi airmata keharuan dan kekaguman (aku ingat ibuku dan kakak perempuanku). Betapa sebuah peristiwa kelahiran telah menjadi kalimat-kalimat tuhan yang begitu jelas terbaca.. dan semoga ini memberi pemahaman lebih kepadaku juga..

Untuk kawanku.. selamat mengalami loncatan maqam kejiwaan menuju yang lebih tinggi..

selamat juga kepada para wanita yang telah berjuang dalam melahirkan... (kalo yang cesar gimana ya??)

ehmm.. jadi lebih pingin nikah neh..hua hua hua....



Istriku sang rajawali

Assalamualaikum.
"Aku ingin menjadi Rajawali, bukan burung nuri" kata-2 itu adalah salah satu kata-2 favorit saya sejak SMA gara-2 nge-fans berat dgn salah satu lagunya mas Iwan Fals, "Rajawali" yg ada di album Kantata Takwa 1991. Karena Rajawali adalah burung yang melambangkan kegagahan, berani dan wibawa.... jadi jaman SMA dulu yang sarat dengan gagah-2an wah kayanya pengen banget tuh saya menjadi Rajawali, atau singkat kata jadi jagoan.

Dulu waktu lagi kecanduan dengan olah raga keras bela diri (mulai dari judo, tinju, kick boxing sampe maenpo), saya berpikir bahwasanya Rajawali dalam beladiri adalah mereka yang udah jadi pendekar, juara bertahan, raja KO, jawara dan atribut-2 ke"laki-lakian" lainnya..... bahkan tidak jarang kita suka menggunakan perumpaman "perempuan" utk hal-2 yg dianggap tidak gagah, seperti "penakut lu, kaya cewe aja...." lemah banget sih pukulan lu, kaya cewe aja.... lambat banget sih refleks lu, kaya ibu-2 hamil aja... dll.... Dengan gagahnya Sang Sombong ini selalu merasa dirinya Rajawali, hanya karena sudah bisa meng-KO lawan kurang dari satu ronde, menguasai tongkrongan, pimpinan genk dan atribut-2 kegagahan "bodoh bin dungu" lainnya.

Namun setelah kemarin menemani istri saya selama 22 jam berjuang dengan maut saat melahirkan putra kami yang pertama.... subhanallah, saya benar-2 mendapatkan suatu pengalaman yang sangat berharga..... istriku dan seluruh perempuan di bumi Allah yang pernah merasakan sakitnya melahirkan mahluk Allah ke dunia ini adalah Rajawali... mereka itulah Rajawali yang sebenarnya. Menahan rasa sakit (yang tidak akan pernah saya rasakan) selama berjam-jam dan dapat berubah waktu tiap menit, bersiap utk kemungkinan terburuk yaitu syahid dalam melahirkan, atau terjadi cacat jasmani jika terjadi kesalahan saat persalinan adalah hal-hal yang harus dihadapi oleh seorang wanita..... demi Allah hal yang demikian adalah membutuhkan NYALI yang jauh lebih besar daripada hanya sekedar bertarung atau maen debus...... jauuuuuuuuuuuuuuuh sekali.

Saya yang berada disampingnya saja hampir collapse saat melihat darah segar yang keluar cukup banyak saat menjelang dan akhir persalinan...... tidak ada gagah, tidak ada jawara.... nyali ciut turun seturun-turunnya..... yang hanya bisa saya lakukan hanya terus mencoba membaca segala doa-2 yang pernah diberikan Guru, orang tua dan sahabat-2 KMNU (termasuk dari Haji Ipin).. itupun jelas tidak sempurna karena panik.....apalagi saya semakin stress saat sebelum masuk kamar bersalin istri saya sempat meminta maaf terlebih dahulu kepada saya karena dia bilang kita tidak tau apa yang akan terjadi...... ternyata dia jauh lebih tegar...... aku menjadi burung nuri.... istrikulah sang Rajawali....

Semoga Allah selalu memberikan pahala yang sebesar-besar-Nya kepada seluruh muslimah yang akan melahirkan generasi penerus Islam di muka bumi ini ..... amiiiin.

Wassalam,
Indra Singawinata

0 Comments:

Post a Comment

<< Home